Kamis, 07 Mei 2015

Exercise- Making Paragraphs Concise



1.                                Math is the most important subject in the school, but we can deny that we also need the basic of  math for our daily life. Such as finances, so we would be able to avoid some financial loss. We even need math in our kitchen to avoid terrible tasting for our cook.

2.                                Once the electric street car was very popular in the USA after 1880 and the next 20-30. Because it was not populating very efficient able carrying large number of passenger with less cost, it even profitable for the company.  But in the next century some business start get rid of it in the street and replace with buses and cars.

Rabu, 08 April 2015

Reason for learning English

Reason for learning English


-   To expand the study options out country
               You want to study or continue your study abroad? Learn English from now on. Because there is no one knows if the right opportunity comes, then you are ready to live.

-   To increase the emlpoyment potensial ( position better salary, etc)
              To be denied the ability of the English language is absolutely necessary to support the careers of employees and job seekers who are in the stage of looking for work, for several multinationals, your English language skills will be directly tested in the final stage of the interview.

-  To improve the language skills of our own
               To improve the ability of our own language indeed human language ability is not limited, because basically the language is a way or tool communicate. So that the people who have foreign language skills are qualifed, they are also very good at communicatng with its own.

Jumat, 09 Januari 2015

Waspada Es Batu dari Air Mentah

Waspada Es Batu dari Air Mentah

JAKARTA -- Saat cuaca panas terik, memang nikmat minum segelas minuman dingin lengkap dengan es batu. Jika kita minum air dingin dengan es batu di rumah, sudah pasti akan terjamin kesehatannya karena kita membuat es batu sendiri dengan air matang yang sudah dimasak.

Tapi, apabila Anda membelinya di luar rumah, di jalan atau di restoran apakah sudah terjamin keamanannya? Apakah air yang digunakan untuk membuat es batu adalah air matang? Jawabannya belum pasti air matang. Menurut Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Dr Roy A. Sparringa, M.App.Sc, bahan baku untuk membuat es batu itu bervariasi.

Tapi, penggunaan es batu dengan air mentah memang masih memprihatinkan. Salah satu sumber cemaran kuman utama dari yang kita konsumsi berasal dari es batu tersebut.

"Untuk itu kami sangat concern dengan keamanan dari es batu," ujarnya kepada Republika melalui pesan singkatnya, Senin (24/11).

Jika bahan yang digunakan untuk membuat es batu adalah air mentah, lanjut Roy, dampaknya tentu bisa berisiko bagi kesehatan.

Jika air tersebut mengandung patogen, tentu berdampak buruk bagi yang mengkonsumsinya. "Patogen justru dapat bertahan lama dalam es batu," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Roy juga pernah mengingatkan ada beberapa pangan jajan anak sekolah (PJAS) yang tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan berbahaya.

Ada pula yang menggunakan bahan tambahan pangan melebihi batas yang diizinkan. Sejumlah kudapan bahkan memiliki kualitas mikrobiologi yang buruk.

Data BPOM hingga semester satu tahun 2013 menunjukkan kudapan yang angka mikrobiologinya buruk masih sangat tinggi yakni 76 persen.

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/14/11/24/nfjech-waspada-es-batu-dari-air-mentah-1

Rahasia di Balik Penemuan Kacamata

Rahasia di Balik Penemuan Kacamata

Kacamata merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Setiap peradaban mengklaim sebagai penemu kacamata. Akibatnya, asal-usul kacamata pun cenderung tak jelas dari mana dan kapan ditemukan.

Lutfallah Gari, seorang peneliti  sejarah sains dan teknologi Islam dari Arab Saudi mencoba menelusuri rahasia penemuan kacamata secara mendalam. Ia mencoba membedah sejumlah sumber asli dan meneliti literatur tambahan. Investigasi yang dilakukannya itu membuahkan sebuah titik terang. Ia menemukan fakta bahwa peradaban Muslim di era keemasan memiliki peran penting dalam menemukan alat bantu baca dan lihat itu.

Lewat tulisannya bertajuk The Invention of Spectacles between the East and the West, Lutfallah mengungkapkan, peradaban Barat  kerap mengklaim sebegai penemu kacamata. Padahal, jauh sebelum masyarakat Barat mengenal kacamata, peradaban Islam telah menemukannya. Menurut dia, dunia Barat  telah membuat sejarah penemuan kacamata yang kenyataannya hanyalah sebuah mitos dan kebohongan belaka.

''Mereka sengaja membuat sejarah bahwa kacamata itu muncul saat Etnosentrisme,'' papar Lutfallah. Menurut dia,  sebelum peradaban manusia mengenal kacamata, para ilmuwan tdari berbagai peradaban telah menemukan lensa.  Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya kaca.

Lensa juga dikenal pada beberapa peradaban seperti Romawi, Yunani, Hellenistik dan Islam. Berdasarkan bukti yang ada, lensa-lensa pada saat itu tidak digunakan untuk magnification (perbesaran), tapi untuk pembakaran. Caranya dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa/titik api lensa.

Oleh karena itu, mereka menyebutnya dengan nama umum "pembakaran kaca/burning mirrors". ''Hal ini juga tercantum dalam beberapa literatur yang dikarang  sarjana Muslim pada era peradaban Islam,'' tutur Lutfallah. Menurut dia,  fisikawan Muslim legendaris, Ibnu al-Haitham (965 M-1039 M), dalam karyanya bertajuk Kitab al-Manazir (tentang optik) telah mempelajarai masalah perbesaran benda dan pembiasan cahaya.

Ibnu al-Haitam mempelajari pembiasan cahaya melewati sebuah permukaan tanpa warna seperti kaca, udara dan air. "Bentuk-bentuk benda yang terlihat tampak menyimpang ketika terus melihat benda tanpa warna". Ini merupakan bentuk permukaan seharusnya benda tanpa warna," tutur al-Haitham seperti dikutip Lutfallah.

Inilah salah satu fakta yang menunjukkan betapa ilmuwan Muslim Arab pada abadke-11 itu telah mengenali kekayaan perbesaran gambar melalui permukaan tanpa warna. Namun,  al-Haitham belum mengetahui  aplikasi yang penting dalam fenomena ini. Buah pikir yang dicetuskan Ibnu al-Haitham itu merupakan hal yang paling pertama dalam bidang lensa.

Paling tidak, peradaban Islam telah mengenal dan menemukan lensa lebih awal tiga ratus tahun dibandingkan Masyarakat Eropa. Menurut Lutfallah, penemuan kacamata dalam peradaban Islam terungkap dalam puisi-puisi karya  Ibnu al-Hamdis (1055 M- 1133 M). Dia menulis sebuah syair yang menggambarkan tentang kacamata. Syair itu ditulis  sekitar200 tahun,  sebelum masyarakat Barat menemukan kacamata. Ibnu al-Hamdis menggambarkan kacamata lewat syairnya antara lain sebagai berikut:

''Benda bening menunjukkan tulisan dalam sebuah buku untuk mata, benda bening seperti air, tapi benda ini merupakan batu. Benda itu meninggalkan bekas kebasahan di pipi, basah seperti sebuah gambar sungai yang terbentuk dari keringatnya,'' tutur al-Hamdis.

Al-Hamdis melanjutkan, ''Ini seperti seorang yang manusia yang pintar, yang menerjemahkan sebuah sandi-sandi kamera yang sulit diterjemahkan. Ini juga sebuah pengobatan yang baik bagi orang tua yang lemah penglihatannya, dan orang tua menulis kecil dalam mata mereka.''

Syair al-Hamids itu telah mematahkan klaim peradaban Barat sebagai penemu kacamata pertama.  Pada puisi ketiga, penyair Muslim legendaris itu mengatakan, "Benda ini tembus cahaya (kaca) untuk mata dan menunjukkan tulisan dalam buku, tapi ini batang tubuhnya terbuat dari batu (rock)".

Selanjutnya dalam dua puisi, al-Hamids menyebutkan bahwa kacamata merupakan alat  pengobatan yang terbaik bagi orang tua yang menderita cacat/memiliki penglihatan yang lemah. Dengan menggunakan kacamata, papar al-Hamdis, seseorang akan melihat garis pembesaran.

Dalam puisi keempatnya, al-Hamdis mencoba menjelaskan dan menggambarkan kacamata sebagai berikut: "Ini akan meninggalkan tanda di pipi, seperti sebuah sungai". Menurut penelitian Lutfallah, penggunaan kacamata mulai meluas di dunia Islam pada abad ke-13 M. Fakta itu terungkap dalam lukisan, buku sejarah, kaligrafi dan syair.

Dalam salah satu syairnya, Ahmad al-Attar al-Masri telah menyebutkan kacamata. "Usia ua datang setelah muda, saya pernah mempunyai penglihatan yang kuat, dan sekarang mata saya terbuat dari kaca." Sementara itu,sSejarawan al-Sakhawi, mengungkapkan,  tentang seorang kaligrafer Sharaf Ibnu Amir al-Mardini (wafat tahun 1447 M). "Dia meninggal pada usia melewati 100 tahun; dia pernah memiliki pikiran sehat dan dia melanjutkan menulis tanpa cermin/kaca. "Sebuah cermin disini rupanya seperti lensa,'' papar al-Sakhawi.

Fakta lain yang mampu membuktikan bahwa peradaban Islam telah lebih dulu menemukan kacamata adalah pencapaian dokter Muslim dalam ophtalmologi, ilmu tentang mata.   Dalam karanya tentang ophtalmologi, Julius Hirschberg , menyebutkan, dokter spesialis mata Muslim tak menyebutkan kacamata.  ''Namun itu tak berarti bahwa peradaban Islam tak mengenal kacamata,'' tegas Lutfallah. desy susilawati


Eropa dan Penemuan Kacamata

Pada abad ke-13 M, sarjana Inggris, Roger Bacon (1214 M - 1294 M), menulis tentang kaca pembesar dan menjelaskan bagaimana membesarkan benda menggunakan sepotong kaca. "Untuk alasan ini, alat-alat ini sangat bermanfaat untuk orang-orang tua dan orang-orang yang memiliki kelamahan pada penglihatan, alat ini disediakan untuk mereka agar bisa melihat benda yang kecil, jika itu cukup diperbesar," jelas Roger Bacon.

Beberapa sejarawan ilmu pengetahuan menyebutkan Bacon telah mengadopsi ilmu pengetahuannya dari ilmuwan Muslim, Ibnu al-Haitam. Bacon terpengaruh dengan kitab yang ditulis  al-Haitham berjudul Ktab al-Manazir Kitab tentang Optik. Kitab karya al-Haitham itu ternyata telah  diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.

Ide pembesaran dengan bentuk kaca telah dicetuskan jauh sebelumnya oleh al-Haitham. Namun, sayangnya dari beberapa bukti yang ada, penggunaan kaca pembesar untuk membaca pertama disebutkan dalam bukunya Bacon.

Julius Hirschberg, sejarawan ophthalmologi (ilmu pengobatan mata), menyebutkan dalam bukunya, bahwa perbesaran batu diawali dengan penemuan kaca pembesar dan barulah kacamata tahun 1300 atau abad ke-13 M. "Ibnu al-Haitham hanya melakukan penelitian mengenai pembesaran pada abad ke - 11 M," cetusnya Hirschberg.

Kacamata pertama disebutkan dalam buku pengobatan di Eropa pada abad ke-14 M. Bernard Gordon, Profesor pengobatan di Universitas Montpellier di selatan Perancis, mengatakan di tahun 1305 M tentang tetes mata (obat mata) sebagai alternatif bagi orang-orang tua yang tidak menggunakan kacamata.

Tahun 1353 M, Guy de Chauliac menyebutkan jenis obat mata lain untuk menyembuhkan mata, dia mengatakan lebih baik menggunakan kacamata jika obat mata tidak berfungsi.

Selain para ilmuwan di atas, adapula tiga cerita yang berbeda disebutkan oleh sarjana Italia, Redi (wafat tahun 1697). Cerita pertama, disebutkan dalam manuskrip Redi tahun 1299 M. Disebutkan dalam pembukaan bahwa pengarang adalah orang yang sudah tua dan tidak bisa membaca tanpa kacamata, yang ditemukan pada zamannya.

Cerita kedua, juga diceritakan oleh Redi, menunjukkan bahwa kacamata disebutkan dalam sebuah pidato yang jelas tahun 1305 M, dimana pembicara mengatakan bahwa perlatan ini ditemukan tidak lebih cepat dari 20 tahun sebelum pidato tersebut diungkapkan.

Cerita ketiga, menyebutkan bahwa biarawan (the monk) Alexander dari Spina (sebelah timur Itali) belajar bagaimana menggunakan kacamata. Dia wafat tahun 1313 M.

Akhirnya tiga versi cerita berbeda tersebut menyebarluas, karena banyak buku lain yang mengadopsi cerita-cerita yang disebutkan Redi setelah dia wafat. Namun, beberapa sejarahwan ilmu pengetahuan mengatakan bahwa Redi telah membuat cerita bohong dan mereka tidak percaya.

Bahkan, dalam buku Julius Hirschberg, juga disebutkan tentang cerita Redi itu, ditulis antara tahun 1899 dan 1918 di Jerman dan banyak informasi yang sudah tua dan banyak yang diperbaharui. Buku tersebut kemudian diterjemahkan (tanpa revisi) ke dalam bahasa Inggris dan dipublikasikan tahun 1985. Hasilnya, cerita Redi menyebar di Inggris, artikel penelitian itu ditolak kebenaran ceritanya dan ini ditolak Julius Hirschberg.

Beberapa cerita bohong lain juga ditulis oleh seorang jurnalis di pertengahan abad ke 19 M. Dia mengklaim Roger Bacon merupakan penemu kacamata seperti. Bahkan ia juga menyebutkan bahwa biarawan (the Monk) Alexander juga telah diajarkan Roger Bacon bagaimana menggunakan kacamata. Kabar ini tentu saja dengan cepat menyebar.

Kebohongan lain juga terlihat pada sebuah nisan. Seorang pengarang menunjukkan bahwa sebuah nisan di kuburan Nasrani yang berada di gereja, tertulis sebuah kalimat, "disini beristirahat Florence, penemu kacamata, Tuhan mengampuni dosanya, tahun 1317". Masih banyak cerita atau mitos lainnya tentang penemu dan pembuatan kacamata di Eropa. Semua mengklaim sebagai penemu pertama alat bantu baca dan melihat itu. 

http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/09/04/30/47404-rahasia-di-balik-penemuan-kacamata

Tips Cara Memilih Jilbab Sesuai Bentuk Wajah


Tips Cara Memilih Jilbab Sesuai Bentuk Wajah


Berikut ini adalah tips buat anda yang bingung memilih jilbab dikarenakan selalu kelihatan lucu bila memakainya. tips ini berdasarkan bentuk wajah anda, namun untuk urusan warna dan gayanya terserah selera anda
Memilih Jilbab Untuk Wajah Bulat
Pemilik wajah bulat harus cermat dan tepat memilih jenis jilbab yang akan dikenakan, karena jika salah pilih jilbab jadinya wajah Anda akan terlihat kembung dan gemuk. Untuk Anda yang memiliki wajah bulat, siasati jilbab dengan undercaps (Topi) yang mudah ditemukan di pasaran biasanya jilbab instan / langsungan sudah dilengkapi topi. Ekor kuda rambut Anda jika panjang, kemudian gunakan undercaps, jangan dicepol atau dikonde karena akan memberikan kesan kepala Anda bulat. Ikat jilbab, kemudian di bagian pipi bisa ditarik sampai separuh bagian pipi tertutup. Pastikan juga Anda kerasa nyaman dan tidak sesak ya. Berikutnya Anda bisa memasukkan sisa jilbab atau menghiasnya dengan bros.
Rekomendasi pemakai jilbab bagi yang berwajah bulat adalah : Jilbab Langsungan / Instan atau bisa diganti dengan memakai dalaman yang bertopi jika memakai jilbab segitiga atau jilbab panjang.
 Bentuk Wajah Lonjong atau Panjang
Untuk Anda yang berwajah lonjong atau panjang, Turkish style adalah yang paling pas dikenakan, karena akan memberikan kesan penuh dan lebih padat bagi wajah yang panjang. Anda boleh menggelung rambut Anda agar bentuk kepala Anda lebih bagus dan seimbang dengan wajah.
Rekomendasi Jilbab :  Jilbab segitiga dengan dalaman (Ciput) bercepol / konde.
 Bentuk Wajah Persegi
Untuk Anda yang berwajah persegi sebaiknya gunakan jilbab rounded shape yang akan membingkai wajah menjadi lebih lembut dan menghilangkan garis-garis tajamnya. Hindari menggunakan warna-warna keras dan menyolok. Gunakan warna soft atau layer sehingga wajah terlihat lebih full.
Rekomendasi Jilbab : Jilbab Paris atau Jilbab Segi Empat dengan dalaman biasa tanpa cepol / konde
 Bentuk Wajah Oval
Bagi Anda yang berwajah oval, Anda bebas menggunakan berbagai macam style jilbab. Tinggal Anda padukan saja mana yang pas dengan warna kulit dan baju Anda. Sekejap Anda akan menjadi lebih anggun dan manis.

 http://www.tokobajucitra.com/blog/tips-cara-memilih-jilbab-sesuai-bentuk-wajah

Selasa, 06 Januari 2015

Ron’s Laboratory (Nitrogen Ice Cream)

Ron’s Laboratory (Nitrogen Ice Cream)

Pakai nama “laboratory” karena konsepnya adalah sebuah laboratorium yang membuat ice-cream dengan nitrogen cair. Ice-creamnya sangat halus….tipe gelato. Selain ice-cream, juga ada minuman kopi, yoghurt dan sorbet. Suasana laboratorium juga terlihat dari staff uniform-nya yang berupa jas laboratorium berwarna putih. Salah satu dinding restaurant dihias dengan tulisan-tulisan reaksi kimia! Secara umum, konsep ‘laboratorium’nya sangat kuat.
Perlengkapan bergaya Laboratorium
Perlengkapan bergaya Laboratorium
Barista dengan Jas Lab
Barista dengan Jas Lab
Antri untuk memesan ternyata tidak terlalu lama. Harga ice-cream gelato-nya berkisar di atas Rp 50.000,-. Anak saya, Maxi langsung berkomentar “overprice’…., karena ia membandingkan dengan ice-cream favoritnya, HaagenDasz yang harganya di bawah Rp 50.000,- Tapi…sekali-sekali, it’s good to try something new….. Akhirnya Devani memesan Salted Caramel Popcorn (ada popcorn di ice-creamnya lho!), Maxi sebagai penggemar Star Wars memilih Ultimate Dark Vader (ini adalah dark chocolate ice-cream) dan saya yang berusaha memilih ice-cream dengan kalori lebih rendah, memesan Matcha Mochi (green-tea ice-cream). Masing-masing pesanan harganya Rp 55.000,- sehingga total bill kami adalah Rp 165.000,- (rupanya harga sudah termasuk pajak).
Daftar Menu Gelato Ron's Laboratory
Daftar Menu Gelato Ron’s Laboratory
Setelah memesan, perjuangan berikutnya adalah mencari tempat duduk….. Suasana restaurant penuh di sore itu sehingga orang yang mengantri meja perlu berdiri di dekat meja dengan pengunjung yang tampaknya sudah hampir selesai. Sebenarnya saya kurang suka “mengintimidasi” orang untuk segera beranjak dari tempat duduknya, tapi apa boleh buat….. Kalau nggak begitu….ice-cream kita bakalan sudah mencair sebelum kita berhasil duduk. Proses pembuatan ice-cream ternyata cukup lama….pesanan kami keluar satu persatu, bisa diambil di dekat Cashier. Sekitar 10 menit kami menunggu ice-cream pesanan kami, pas berhasil dapat meja untuk duduk.
Bagaimana rasa ice-cream seharga lima puluh ribuan? Hmmm….rasanya sangat halus. Keistimewaannya terletak pada paduan ice-cream dengan topping-nya. Ada popcorn di ice-cream Devani…jadi rasanya mirip seperti caramel popcorn yang biasa dijual di bioskop. Matcha ice-cream saya juga sangat lembut, dengan topping mochi black sesame. Saya tidak sempat mencicipi Ultimate Dark Vader Maxi…tapi tampaknya juga yummy…meski menurut Maxi, tetap lebih enak ice-cream Haagen Dasz.
Ultimate Dark Vader
Ultimate Dark Vader
IMG-20140222-01654
Salted Caramel Popcorn
Yang unik, ada juga “injection” ….yang isinya benar-benar dimasukkan ke dalam alat suntik. Ada pilihan isi “suntikan” keju, coklat, coffee.  Pilihan menu juga terus-menerus di-up-date  jika kita melihat perjalanan Ron’s Laboratory melalui Facebook account-nya di https://www.facebook.com/ronslaboratory dan website resminya di http://www.ronslaboratory.com/ (ketika post ini ditulis, website belum beroperasi penuh).
Sambil menikmati ice-cream, saya berdiskusi dengan Devani dan Maxi tentang pentingnya menciptakan konsep yang unik, dalam hal ini untuk sebuah dessert restaurant. Ada banyak dessert cafe, sehingga jika ingin sukses menonjol….pemain baru harus tampil beda. Menurut saya, Ronald Prasanto sebagai ‘creator’ Ron’s Laboratory berhasil menempatkan Ron’s Laboratory sebagai salah satu tempat hang-out favorit bagi warga Jakarta…khususnya kaum remajanya.


 http://anakjajan.com/2013/11/07/rons-laboratory-nitrogen-ice-cream/

Iga Sapi Bakar Empuk



Iga Sapi Bakar Empuk

Hampir semua orang pasti menyukai iga sapi berdaging tebal ini. Selain bumbunya meresap, dagingnya juga empuk memanjakan lidah dan perut. Jika siang ini ingin memuaskan selera dengan menikmati kelezatan iga bakar. Ada baiknya intip dulu info yang satu ini!

Iga sapi bakar? Hmm... siapa yang tak kenal dengan makanan yang satu ini. Kelezatan rasanya membuat hidangan ini hampir disukai semua orang. Tak heran jika kini banyak bertebaran penjual iga dari resto besar hingga kelas rumah makan yang menawarkan iga dengan harga terjangkau.

Iga sapi bakar biasanya berbahan dasar iga sapi bagian belakang. Sebab di bagian tersebut tulangnya besar dan dagingnya agak tebal sehingga enak dibuat iga bakar. Iga yang berasal dari sapi lokal biasanya dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan yang import seperti sapi Australia atau Amerika. Oleh karena itu kebanyakan rumah makan memilih iga sapi lokal.

Iga sapi ditawarkan dengan beragam jenis bumbu yang bisa jadi pilihan. Mulai dari yang berbumbu kecap, madu, bawang, bumbu BBQ, dan bumbu Bali. Sebelum dibakar iga sapi yang sudah dipotong direbus dulu dalam bumbu hingga meresap ke dalam daging. Sehingga saat dimakan terasa hmm maknyusss... enaknya!

Buat yang siang ini ingin menikmati makan siang bermenu iga sapi bakar, list resto di bawah ini mungkin bisa jadi alternatif pilihan.

Iga Panggang Panglima BBQ Ribs
Jl. Gandaria tengah II/30
Jakarta
Telp: 08159268289/081514041263

Rumah Makan Sapi Bali
Jalan Cibulan Raya No. 17A
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telpon: 021-727-86442

Mamink Daeng Tata
Jl. Abdulah Syafei Casablanca No.33
Tebet - Jakarta
Telp: 021-8315555/70150000

Q Smokehouse Factory
Jl. Panglima Polim IX/16
Jakarta Selatan
Telp: 021-7200671/7200672

Abuba Steak
Jl. K.H. Wahid Hasyim No.120
Jakarta Pusat
Telp: 021-31935655, 31927016

Bakmi Cimon
Jl. Prof.Dr.Satrio No.8
(Sebelum resto Ayam Taliwang)
Casablanca, Jakarta
Telp: 021-95139518

Tony Roma's
Panin Bank Centre Lt.GF
Jl. Jend Sudirman, Kavling No.11
Jakarta
Telp: 021-7202735


(Odi/dev)

http://food.detik.com/read/2009/07/31/120415/1175022/294/nyam-nyam-iga-sapi-bakar-empuk